The Power of My Words

Take the amazing words, you'll get the world.
Mengajari Otak Bekerja Lebih Giat

Ketika kau mulai bisa menyelesaikan masalahmu sendiri dengan proses perenungan tanpa dikit-dikit bertanya. Berani mengambil keputusan dengan apa pun risikonya. Kau sedang melangkah satu step menambah kedewasaan.

Karena pada dasarnya, setiap orang diciptakan dengan otak dan nurani yang laur biasa. Ketika mulai mau belajar lebih dalam mengenali diri sendiri lewat perenungan, ketika itulah tingkat kematangan pola pandangn kita menuju satu level yang lebih tinggi.

Jangan mudah pasrah, sesekali maksimalkan kemampuan diri sendiri dulu, sesekali belajarlah survive dengan mencari lewat buku dan berbagai bacaan lain. Kalau udah benar-benar mentok dan nggak ketemu barulah bertanya pada manusia.

Jangan mudah memanjakan otak. Ajari ia bekerja lebih giat. Karena proses penemuan jawaban sendiri akan lebih mudah nempel dan mengakar daripada sekadar jawaban dari orang lain.

(via jalansaja)

Dibalik kepala yang panas, masih ada hati yang dingin untuk menyikapinya dengan perasaan lembut. Dibalik hati yang panas, masih ada kepala yang dingin untuk berpikir dengan logika jernih.
Telepati hati dua orang yang saling cinta; Ketika yang satu rindu, satunya lagi tak tahan ingin menyapa.
@jalansaja_ (via jalansaja)

Selamat malam, baru saja saya memilah postingan-postingan di tumblr ini. Ada beberapa yang terpaksa saya hapus dan beberapa juga masih saya simpan (sebagai dokumentasi kenangan hehe). Jadi, mohon maaf untuk penghapusan beberapa postingan di tumblr ini. Terima kasih.

hey, selamat malam mentari. Sampai bertemu besok pagi.

Hello pak negarawan~~~ Susah ditemuinnya ngalahin bapak negara deh :| ada surat nih buat kamu.

Hello pak negarawan~~~ Susah ditemuinnya ngalahin bapak negara deh :| ada surat nih buat kamu.

Akan selalu ada seseorang yang ingin pulang ke tubuhmu, sejauh manapun kamu pergi.

Relationship goals. We don’t need to be perfect to love each other

Engkau yang maha pengasih dan penyayang,
kumohon, biarkan dia selalu di jalan-Mu. Peluk dia selalu dalam perlindungan-Mu. Lancarkan segala urusannya. Tuntun dia untuk menjadi imam yang baik kelak. Jaga hatinya untuk senantiasa menyayangiku, dan jaga cintanya agar selalu menjadi milik-Mu
Aku

Tidak ada yang lebih indah dalam sejarah perasaan manusia seperti saat ketika ia sedang jatuh cinta. Bukan karena dunia di sekeliling kita berubah pada kenyataannya. Tapi saat-saat jatuh cintalah yang seketika mengubah persepsi kita tentang dunia disekeliling kita. Tidak selalu karena wanita yang kita cintai itu memang cantik pada kenyataannya. Tapi cinta kita padanya yang membuatnya cantik dimata kita.


Saat jatuh cinta adalah saat dimana persepsi kita mengalami shifting pada semua realitas yang ada disekeliling kita. Kadang kita mungkin mengelabuhi diri kita sendiri. Tapi itu puncak subjektivitas yang justru mengubah kita menjadi lebih positif dalam cara kita memandang segala sesuatunya. Dan disitulah letak keindahannya. Seperti indahnya subjektivitas pada dunia anak-anak. Bagi mereka realitas sesungguhnya adalah realitas yang mereka persepsikan. Bukan realitas yang ada diluar sana seperti yang dilihat oleh orang dewasa. Bangku bisa dipersepsi sebagai rumah. Tongkat bisa dipersepsi sebagai senjata. Dunia menjadi sangat ringan dan fleksibel di mata mereka. Karena itu dunia anak selalu indah, selalu penuh kenangan. Begitu juga saat kita jatuh cinta. Shifting pada persepsi kita membuat dunia serasa jadi realitas lain yang begitu indah. Dan itu membawa kenyamanan pada rongga dada kita. Karena perasaan kita seketika berbunga-bunga. Karena, seperti kata Ibnu Hazem, ruh kita seketika menjadi ringan dan lembut, badan kita seketika jadi wangi , senyum kita seketika mengembang lebar, benci dan dendam dan angkara murka seketika lenyap dari ruang hati kita, dan tiba-tiba saja yang bukan penyair jadi penyair, yang tidak bisa bernyanyi jadi penyanyi.


Suatu saat seorang raja bingung menyaksikan putra mahkotanya begitu pemalas, apatis, tidak bergairah, tidak berminat pada ilmu pengetahuan, tidak bisa berpidato. Ia gundah, karena putra mahkotanya sama sekali tidak layak jadi raja. Maka sang raja memerintahkan seorang dayang cantik istana untuk menggoda sang putra mahkota. Bilang padanya, pesan sang raja ada pada dayang cantik, aku sangat mencintaimu dan aku bersedia jadi permaisurinya. Nanti kalau hatinya sudah berbungan-bunga, bilang lagi padanya lanjut sang raja tapi ada syaratnya, kamu harus lebih bersemangat, lebih rajin dan mau menyiapkan diri menjadi raja, dan aku percaya kamu bisa. Firasat sang raja ternyata benar. Putra mahkotanya seketika bangkit berubah: ia mengubah penampilannya menjadi keren dan wangi, ia mempelajari berbagai macam ilmu, ia juga tampil berpidato, ia juga menulis. Saat jatuh cinta telah mengubah persepsinya tentang dirinya dan dunianya, seketika membangkitkan semangat hidupnya, dan meledakkan semua potensinya.


Shifting pada persepsi mengembalikan sisi kekanakan kita saat kita jatuh cinta. Itu keindahan yang mempertemukan kita dengan sisi dalam kemanusiaan kita; subjektif, melankolik, kekanakan, tapi positif. Dan indah.

Mengetahui Tulisan Indah ini bermula dari twittermu..

via: http://serialcinta.blogspot.com/2009/09/indahnya-jiwa-cinta.html

                      

Hai Anung, apa kabar kamu disana? baik-baik aja kan?

Gimana kehidupan kamu disana? pasti jauh lebih tenang dan lebih nyaman yaa.. hehe

Sudah dapet teman baru belum disana? mudah-mudahan kamu bertemu dan memiliki teman yang baik hati seperti hatimu yaa. inget, jangan lupain aku dan teman-temanmu yang lain disini, okee! :)

Rasanya masih sangat hangat sekali dipikiranku kalau mengingat masa-masa saat kita bersama..

Pertama aku mengenalmu saat kita sama-sama duduk di bangku perkuliahan semester 1. Saat itu kita belum terlalu dekat. Hanya sebatas say hay saat bertemu. Awal aku mengenalmu, aku kira kamu adalah sosok yang sombong dan susah berbaur (hehe so sorry :p). Berjalannya waktu, semester 2 kita satu kelas kembali. Kini aku mulai lebih mengenalmu, disitulah anggapanku mengenai dirimu agak berubah. Aku mengenalmu sebagai gadis yang mudah akrab dengan orang lain, baik, juga ramah. Yeap, baru sebatas itu saja..

Oke, kita mulai kembali masuk perkuliahan semester 3. Teman kelas kini diacak, sehingga aku berpisah kelas dengan 3 orang sahabatku dan aku mendapatkan teman kelas baru. Adaptasi lagi, dan memulai perkuliahan dengan susasana baru. PCA-12-02…

Awalnya, aku masih kaku. entah dengan siapa aku akan ajak jajan ke kantin bersama, dengan siapa aku ajak ke toilet bersama. entah siapa yang akan aku ajak untuk tidak langsung kembali ke kosan setelah pulang kuliah.

Berjalannya waktu, adaptasiku berkembang. Aku sudah bisa merasa nyaman dengan lingkunan kelas baruku, teman-teman baru. disaat ini lah, aku mulai jauh lebih dekat dengan kamu, Anung. Ternyata aku banyak salah sangka denganmu. Kamu gadis yang asik, baik, ramah, tidak sombong, tidak pelit, kamu rajin, tulus, pantang menyerah, dan tangguh tidak kenal kata ‘menyerah’. Disitulah kita mulai bersama dan memang selalu bersama. Akupun sudah tidak bingung lagi untuk mencari teman jajan ke kantin, teman ke toilet bersama walau hanya untuk bercermin, teman shopping, teman bertukar pakaian saat aku menginap di kosanmu atau kamu menginap dikosanku. Kamu teman aku bercerita, teman berbagi tawa, canda, haru. Teman aku belajar, saling bertukar catatan, temanku berangkat telat saat kuliah, temanku meminta tolong ‘tepin tempat duduk’ saat memulai pelajaran dikelas atau saat akan Assessment.

        

Hey, Anung, sahabatku..

Tidakkah kamu ingat masa-masa itu? tidakkah kamu rindu dengan segala aktivitas yang kita lalui bersama, berempat; Aku, Kamu, Rama, Bayu. Tidakkah kamu ingat saat kita bercengkrama, tertawa bersama, bersahabat berempat yang selalu bersama-sama? Tidakkah kamu rindu dengan rasa kekeluargaan yang sama-sama kita rasakan? Apakah harus secepat ini? Apakah harus sejauh ini?

Anung, aku merindukanmu. Rama, Bayu, dan teman-temanmu yang lain juga sangat merindukanmu. Kamu sudah jauh sekarang, jauh ditempat yang tidak mungkin Kami raih dengan sadar saat ini.

Kini kamu sudah tenang, nyaman, dan jauh lebih bahagia disana, ya disana, di tempat terindah yang kamu sebut rumah, di tempat terindah yang akan aku jumpai pula suatu saat nanti…

Surga.

Anung, maafkan aku kalau aku memiliki salah padamu. maafkan aku juga yang sering memarahimu. Bukan maksud aku membentakmu, tapi aku mau merubahmu supaya kamu lebih bersikap dewasa. Oya, kamu tidak perlu khawatir, aku dan teman-teman yang lain disini sudah memaafkan kesalahanmu yang sengaja maupun yang tidak disengaja. Semua keceriaan yang telah kamu ciptakan, semua kenangan bersama dirimu tidak akan terlupakan..

Untuk Anung, sahabatku..

Semoga Kamu baik-baik saja disana ya, semoga kamu mendapatkan teman baik disana, semoga selalu terang jalanmu disana, semoga kamu mendapatkan tempat terindah di sisi-Nya.

Yaa Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang..

Lindungilah Anung dimanapun dia berada, jagalah dia seperti dia menjaga hati orang lain dengan lembutnya. Berikan dia tempat terbaikMu. Jauhkan dia dari fitnah kubur, siksa kubur, dan siksa api neraka. Berikanlah penerangan untuknya agar dia tidak takut akan gelapnya kubur..

Yaa Allah, sampaikanlah salamku untuknya, sampaikanlah permintaan maafku untuknya, sampaikanlah rasa sayang dan rasa rinduku untuknya, sampaikanlah pelukanku untuknya, dan sampaikanlah rasa terimakasihku untuknya.

Terimakasih Allah, Engkau telah memberikan aku kesempatan untuk mengenalnya, terimakasih Engkau telah membiarkan aku menikmati saat-saat bersama dengan Anung walau hanya sebentar. Terimakasih atas kehadiran Anung untukku, untuk Kami. Terimakasih yaa Allah…

  • A : kadang menunggu itu membosankan :)
  • B : yang ditunggu pun juga gabisa berbuat banyak..
  • A : kadang penyesalan memang selalu datang belakangan, tapi yang sekarang ini pastinya ada alasan kenapa suara hati menuntunnya kesitu.. suatu saat nanti akan ada masa dimana daun putri malu akan tetap mekar bila disentuh..
  • B : kita akan bisa bener2 menilai kalo kita udah ngerasain gimana rasanya kehilangan. emang ga semua hal harus melewati saat-saat kehilangan, tapi faktanya skrg emg kaya gitu. mata dan hati pun gak akan pernah bohong kan. walau kadang logika tetap memaksakan untuk berbohong
  • A : untuk apa ada payung kalau tidak untuk menahan derasnya hujan dan teriknya matahari, karena sejatinya mengobati lebih perih dari mencegah
  • B : maaf.. sekarang hanya bisa menunggu yang diobati. apakah akan bisa bertahan,atau akan gugur
  • A : walau badai menghadang, biarkan badai itu ku jadikan jihad dalam hati :)
  • B : gaada yang instan untuk mendapatkan yang terbaik kan? tapi bukan berarti kita harus selalu mencari yg terbaik, tapi membuatnya menjadi lebih baik supaya selalu terlihat terbaik
  • A : karena sejatinya yang terbaik didepan mata belum tentu terbaik di dalam hati, jika batin sudah menangis bahkan lautan pun tidak bisa menampungnya
  • B : hidup gak selamanya sesuai harapan kan?kenapa? Supaya kita gak berhenti berharap, berharap keadaan menjadi terus lebih baik. harus ada keadaan buruk sebelum menjadi baik, yakan?
  • A : iyaa percaya kok, akan ada yang mudah setelah yang sulit, kuncinya adalah kesabaran.. insyaallah biarkan waktu yg menjawabnya :)
everything has changed.

everything has changed.